Jenis-jenis Kambing yang umum di pelihara

Di peternakan di Indonesia, terdapat beberapa jenis kambing yang umum dipelihara, antara lain:

  1. Kambing Peranakan Etawah (PE)Kambing PE merupakan salah satu jenis kambing yang paling populer di Indonesia. Kambing ini memiliki tubuh yang besar, telinga yang panjang, dan warna bulu yang umumnya putih atau belang. Kambing PE banyak dipelihara untuk diambil susunya, dagingnya, maupun sebagai hewan ternak dengan tujuan reproduksi.
  2. Kambing BoerKambing Boer berasal dari Afrika Selatan dan masuk ke Indonesia pada tahun 2000-an. Kambing ini memiliki tubuh besar, berotot, dan warna bulu yang umumnya putih dengan kepala dan leher berwarna coklat. Kambing Boer cukup populer karena memiliki pertumbuhan yang cepat dan kualitas daging yang baik.
  3. Kambing GarutKambing Garut, juga dikenal sebagai kambing Gunungkidul atau sentul, berasal dari daerah Garut, Jawa Barat. Kambing ini memiliki ukuran tubuh yang sedang hingga kecil, dan memiliki kepala yang ramping dengan tanduk yang kecil. Kambing Garut memiliki bulu yang umumnya berwarna hitam, putih, atau belang. Kambing ini banyak dipelihara untuk daging dan kulitnya.
  4. Kambing Bojonegoro : Kambing Bojonegoro berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur, dan termasuk dalam kategori kambing lokal. Kambing ini memiliki tubuh yang kecil hingga sedang, dengan warna bulu yang umumnya hitam atau putih. Kambing Bojonegoro umumnya dipelihara untuk diambil susunya, dagingnya, ataupun sebagai hewan ternak dengan tujuan reproduksi.
  5. Kambing kacang: Kambing kacang merupakan jenis kambing lokal yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Tubuh kambing kacang terbilang mungil dibanding jenis kambing lainnya. Namun memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap alam dan penyakit daerah tropis. Karena sifatnya yang tahan banting dan tidak memerlukan perawatan yang ribet, kambing kacang banyak dibudidayakan secara subsisten atau sampingan. Kepala kambing kacang berukuran kecil tanduknya pendek. Kedua telinganya berdiri tegak dengan janggut yang panjang. Ukuran kambing jantan dewasa bisa mencapai 30 kg sedangkan betinanya 25 kg. Bulu kambing kacang tipis, warnanya putih, hitam, coklat dan kombinasi dari ketiga warna tersebut. Ciri khas lainnya pada kambing kacang jantan terdapat bulu yang tumbuh membujur mulai dari leher, pundak, punggung hingga ke ujung ekornya.
  6. Kambing etawa/kambing jamnapari: Masyarakat sering keliru ketika menyebut jenis kambing etawa, biasanya yang dimaksud etawa oleh masyarakat adalah kambing peranakan etawa (PE). Sedangkan kambing etawa sendiri sebenarnya bernama kambing jamnapari dari daerah Etawah, India, yang dibawa pada tahun 1930-an oleh Hindia Belanda dan tahun 1947 oleh Presiden Sukarno. Di masa belanda kambing jamnapari ini dikembangkan di Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Sedangkan di masa Presiden Sukarno kambing etawa dikembangkan di Desa Senduro di kaki Gunung Semeru, Jawa Timur. Jenis kambing jamnapari memiliki perawakan yang cukup bonsor. Kambing jantan bisa mencapai berat hingga 120 kg, sedangkan betinanya mencapai 90 kg. Kambing jamnapari merupakan kambing perah atau biasa diambil susunya. Produksi susunya bisa mencapai 2 liter per hari.
  7. Kambing jawa randu: Kambing jawa randu merupakan persilangan dari kambing peranakan etawa dengan kambing kacang. Dilihat dari bentuknya, jenis kambing ini lebih menyerupai kambing kacang namun ukuran tubuhnya sedikit lebih besar. Demikian juga dengan perilakunya, lebih mirip kambing kacang yang suka berkeliaran atau digembalakan. Hanya saja kambing jawa randu bisa menyantap hijauan tidak hanya rumput-rumputan. Meski tak sebesar dan segagah kambing peranakan etawa, kambing jawa randu juga bisa menghasilkan susu hingga 1,5 liter per hari. Perkembangan kambing jawa randu lebih cepat dari kambing kacang. Kambing jantan dan betina bisa mencapai bobot hingga 40 kg. Kambing ini banyak dibudidayakan sebagai hewan kurban atau akikah.
  8. Kambing saanen: Kambing saanen berasal dari Swiss, terkenal sebagai jenis kambing penghasil susu yang handal. Produksi susunya bisa mencapai 740 kg selama masa laktasi. Namun kurang bisa beradaptasi dengan iklim tropis seperti Indonesia. Budidaya jenis kambing ni di Indonesia biasanya disilangkan dengan kambing lain yang lebih tahan terhadap iklim tropis.
Itulah beberapa jenis kambing yang umum dipelihara di peternakan di Indonesia. Kambing Merupakan Hewan ternak yang bermanfaat bagi manusia. Terdapat juga jenis kambing lainnya seperti kambing Kacang, Saanen, Toggenburg, dan Alpine, namun biasanya lebih umum ditemui di peternakan dengan tujuan produksi susu.

Komentar