Haemonchosis adalah penyakit cacing saluran pencernaan. yang menyerang ternak ruminasia khususnya ruminansia kecil (domba dan kambing), Penyakit ini disebabkan oleh Haemonchus sp.
Adanya penyakit ini pada domba dan kambing di beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki angka prevalensi yang tinggi menyebabkan kerugian ekonomi yang nilai nominalnya sangat besar..
Gejala Cacingan Pada Kambing Domba
Gejala klinis haemonchosis ditandai dengan penurunan produksi, kaheksia, dan anemia parah akibat cacing yang menghisap darah pada mukosa abomasum. Haemonchus contortus adalah cacing nematoda gastrointestinal penghisap darah. Pada infeksi kronis umumnya menunjukkan gejala edema umum (pembengkakan diseluruh bagian tubuh akibat penimbunan cairan)
Gejala klinis yang muncul akibat haemonchosis adalah anemia (mulai dari yang ringan sampai dengan yang parah), hipoproteinemia, letargi, dan kematian. Secara patologik anatomi dapat ditemukan mukosa dan karkas yang pucat, hidrotoraks, ascites, dan hemoragi (perdarahan) abomasum.
Sedangkan secara histopatologi ditemukan deskuamasi vili abomasum, hemoragi ekstensif mukosa-submukosa abomasum, infiltrasi sel-sel eosinofil dalam jumlah banyak dan infiltrasi sel-sel monosit, serta sel-sel mengalami degenerasi dan nekrosis pada organ dalam hewan.
Cara Pengobatan Secara Tradisional Pakai Pepaya
![]() |
| pepaya obat tradisional cacingan kambing domba |
Pepaya merupakan tanaman asli Amerika tropis dan sekarang tersebar luas di seluruh daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Pepaya merupakan tanaman berbatang tunggal dan tumbuh tegak. Batang tidak berkayu, silindris, berongga dan berwarna putih kehijauan. Tinggi tanaman berkisar antara 5 sampai10 meter, dengan perakaran yang kuat. Tanaman pepaya tidak mmpunyai percabangan. Daun tersusun spiral menutupi ujung pohon. Daunnya termasuk tunggal, bulat, ujung meruncing, pangkal bertoreh, tepi bergerigi, berdiameter 25 sampai 5 cm. Daun pepaya berwarna hijau, helaian daun menyerupai telapak tangan manusia. Bunga pepaya berwarna putih dan berbentuk seperti lilin. Berdasarkan keberadaan bungannya, pepaya termasuk monodioecious yaitu berumah tunggal.
Manfaat Pepaya
Buah pepaya banyak disukai oleh masyarakat karena memiliki rasa yang manis dan mengandung banyak nutrisi dan vitamin. Buah pepaya mengandung 10% gula, vitamin A dan vitamin C. Menurut Villegas (1991) kandungan gula utamanya adalah sukrosa 48.3%, glukosa 29.8% dan fruktosa 21.9%. Perkiraan kandungan vitamin A 450 mg dan vitamin C 74 mg dari 100 g bagian yang dapat dimakan.
Tanaman pepaya tergolong mudah ditanam, bahkan tanaman buah ini bisa tumbuh dengan sendirinya di tanah yang tidak terawat. Selain bisa dimanfaatkan buah dan daunnya, bagian getahnya yang berwarna putih berguna sebagai obat cacing untuk kambing dan domba.
Cacingan merupakan penyakit yang sangat sering dijumpai pada ternak kambing dan domba. Penyakit ini disebabkan oleh cacing nematoda. Bila dibiarkan, dapat menyebabkan kematian, pertumbuhan terhambat, bobot badan menurun, dan menimbulkan gejala gangguan reproduksi.
Pengendalian yang paling utama untuk penyakit ini adalah dengan memberikan obat cacing dan memperbaiki manajemen pemeliharaan. Getah pepaya bisa dipilih sebagai alternatif obat cacing alami yang mudah didapatkan.
Getah Pepaya
Getah dapat diperoleh dari hampir seluruh bagian tanaman pepaya. Akan tetapi, bagian yang paling banyak mengeluarkan getah berkualitas ialah buah pepaya muda yang masih tergantung di pohon. Getah tersebut sebaiknya disadap pada pagi hari pada pukul 06:00–08:00.
Penyadapan
Getah pepaya diperoleh dengan menggores buah secara membujur sedalam 1–5 mm dengan jarak antargoresan 1–2 cm. Penyadapan dapat diulangi setiap 4 hari pada buah yang sama. Setelah getah terkumpul sebanyak 100 ml, tambahkan 2 tetes larutan natrium bisulfit 30 persen untuk mencegah terjadinya oksidasi. Selanjutnya, getah dikeringkan di dalam oven bertemperatur 30–60C.
Pengeringan
Langkah berikutnya haluskan getah pepaya yang sudah dikeringkan hingga menjadi bubuk. Bubuk getah tersebut yang akan digunakan sebagai obat cacing. Penggunaan getah sebagai obat cacing harus memperhatikan banyaknya populasi cacing di dalam saluran pencernaan. Hal tersebut bisa terlihat dari jumlah telur di dalam tinja. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan daya tahan ternak terhadap parasit dan jenis parasit yang menginfeksi ternak.
Penggunaan
Serbuk getah dapat diberikan dengan cara dicampur air. Perbandingan jumlah antara getah dan air adalah 1:5, yaitu 1 bagian getah dan 5 bagian air. Setelah itu, campuran tersebut diberikan ke dalam mulut ternak melalui selang plastik. Jumlah larutan yang diberikan disesuaikan dengan bobot badan kambing atau domba yang diobati.
.png)
Komentar
Posting Komentar