Cara mudah membuat pakan ternak silase untuk mengurangi resiko kerugian

Kambingku35 - Pakan merupakan salah satu bagian terpenting pada saat menjalankan sebuah usaha peternakan baik sapi, kambing dan domba. Maka dari itu ada baiknya kita semua mengerti tentang Cara mudah membuat pakan ternak silase, atau pengawetan hijauan makanan ternak.

Pakan Ternak Silase

A. Apa itu silase.

Silase peternakan adalah proses pengawetan dan penyimpanan pakan ternak, terutama rumput atau jerami, dalam bentuk silase. Proses ini melibatkan pemadatan bahan pakan di dalam silo atau tumpukan, lalu dipadatkan dan diawetkan dengan fermentasi anaerobik. Fermentasi mengubah bahan pakan menjadi silase yang lebih mudah dicerna dan bernutrisi tinggi untuk hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba. Silase peternakan memungkinkan peternak menyimpan pakan selama musim kering dan memberikan sumber pakan yang konsisten sepanjang tahun. Ini membantu meningkatkan produktivitas dan kesehatan hewan ternak serta efisiensi peternakan secara keseluruhan.

B. Perbedaan Silase Dan Fermentasi.

Perbedaan antara silase dan fermentasi peternakan terletak pada konteks dan prosesnya. Silase adalah hasil dari proses pengawetan pakan ternak, seperti rumput atau jerami, melalui fermentasi anaerobik di dalam silo atau tumpukan. Fermentasi peternakan, di sisi lain, adalah proses biokimia yang melibatkan mikroorganisme seperti bakteri, ragi, atau jamur untuk mengubah bahan organik menjadi senyawa yang lebih mudah dicerna dan lebih bergizi bagi hewan ternak. Silase adalah produk fermentasi peternakan yang menjadi pakan konservasi, sementara fermentasi peternakan secara umum bisa juga mencakup proses fermentasi lainnya yang berbeda dari pembuatan silase.

C. Tujuan Membuat Silase.

Tujuan membuat silase peternakan adalah untuk menyediakan pakan yang berkualitas dan bernutrisi tinggi bagi hewan ternak sepanjang tahun, terutama saat musim kering atau ketika pasokan pakan terbatas. Silase memungkinkan peternak untuk menyimpan rumput atau jerami dengan cara fermentasi anaerobik, yang menghasilkan pakan konservasi yang mudah dicerna dan lebih bergizi. Dengan adanya silase, peternak dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan pakan segar dan meminimalkan pemborosan pakan. 

D. Kadar Air yang di butuhkan Untuk Membuat Silase.

Kadar air yang dibutuhkan untuk membuat silase peternakan berada dalam kisaran 60-70%. Kadar air yang tepat ini penting untuk memastikan proses fermentasi anaerobik berjalan dengan baik. Jika kadar air terlalu rendah, fermentasi tidak akan berlangsung secara efektif, dan jika terlalu tinggi, bisa menyebabkan pertumbuhan jamur berbahaya atau pembusukan. Pada kadar air 60-70%, mikroorganisme akan mengubah bahan pakan menjadi silase dengan baik, menghasilkan pakan yang lebih mudah dicerna dan bernutrisi tinggi untuk hewan ternak. Pengukuran kadar air dilakukan dengan menggunakan alat khusus atau dengan metode bobot basah dan kering.

E. Manfaat Silase.

Manfaat silase peternakan sangatlah beragam. Pertama, silase memberikan pasokan pakan yang konsisten sepanjang tahun, mengurangi ketergantungan pada musim penghujan atau kemarau. Kedua, silase meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan dengan menyediakan pakan yang lebih berkualitas dan bernutrisi tinggi, meningkatkan pertumbuhan dan produksi susu atau daging hewan ternak. Ketiga, silase membantu mengurangi pemborosan pakan dan mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian. Keempat, silase juga meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup hewan ternak dengan menyediakan pakan yang lebih mudah dicerna dan mengurangi risiko penyakit pencernaan.

F. Jenis Hijauan Yang Bisa Di Buat Silase.

Beberapa jenis hijauan yang bisa dijadikan silase untuk pakan ternak antara lain rumput-rumputan seperti rumput gajah, rumput teki, rumput raja, dan rumput Setaria. Selain itu, legum juga bisa digunakan seperti alfalfa, kacang hijau, dan kacang tanah. Semua ini adalah pilihan yang baik untuk dijadikan silase karena memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk ternak. Anda juga bisa gunakan Hijauan ini dari Rumput atau bank pakan serta limbah pertanian seperti:
  • Rumput (Rumput Liar, Rumput Odot, Rumput Pakchong)
  • Tebon (batang dan daun) jagung.
  • Jerami padi.
  • Daun kacang tanah.
  • Serta macam-macam hijauan lain yang umumnya menjadi makanan ternak ruminansia.

G. Cara Membuat Silase.

Untuk membuat silase, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Pilih bahan hijauan yang akan dijadikan silase, seperti rumput atau legum yang disebutkan sebelumnya.
  • Potong bahan hijauan menjadi potongan-potongan kecil untuk mempermudah proses fermentasi. Potongannya sebaiknya sekitar 1-2 cm agar fermentasi berjalan dengan baik.
  • Ratakan potongan hijauan dalam lapisan tipis di atas permukaan datar, seperti area beton atau plastik.
  • Tambahkan sedikit gula atau garam sebagai starter fermentasi, meskipun hal ini opsional dan beberapa peternak tidak menggunakannya.
  • Padatkan dan ratakan potongan hijauan tersebut untuk menghilangkan udara yang berlebihan, karena fermentasi anaerobik (tanpa udara) adalah proses yang diinginkan untuk membuat silase.
  • Tutup hijauan dengan plastik secara rapat untuk mencegah masuknya udara dan hindari kontaminasi.
  • Gunakan benda berat seperti ban mobil atau bata untuk menekan hijauan dan membuatnya lebih padat.
  • Biarkan hijauan dalam kondisi tertutup selama beberapa minggu untuk proses fermentasi. Lama fermentasi bisa berkisar antara 3-6 minggu, tergantung pada suhu dan kelembapan.
  • Setelah selesai fermentasi, silase siap digunakan sebagai pakan ternak. Pastikan untuk membuka plastik dengan hati-hati dan gunakan silase dalam beberapa waktu agar tidak rusak.
Ingat, proses pembuatan silase memerlukan kehati-hatian dan kebersihan agar hasilnya berkualitas dan aman untuk pakan ternak.

Kesimpulan

  1. Nutrisi yang tinggi, Proses silase meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam hijauan, sehingga kandungan protein, energi, dan mineral menjadi lebih tinggi.
  2. Tersedia sepanjang tahun, Silase bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama dan tersedia sepanjang tahun, terutama pada musim kering atau saat hijauan alami sulit didapatkan.
  3. Mudah penyimpanan, Dalam kondisi tertutup yang benar, silase dapat disimpan dengan baik tanpa mengalami penurunan kualitas yang signifikan.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan dan penggunaan pakan silase:
  • Proses fermentasi yang tepat, Proses fermentasi harus dilakukan dengan benar agar silase berkualitas dan aman untuk digunakan sebagai pakan ternak.
  • Kontaminasi, Hindari kontaminasi dari bakteri atau benda asing yang dapat merusak silase dan mengurangi kualitasnya.
  • Pemilihan bahan hijauan yang tepat, Pilih hijauan yang berkualitas tinggi untuk dijadikan silase agar hasilnya lebih baik sebagai pakan ternak.
Dengan memperhatikan semua hal ini, pakan silase dapat menjadi solusi yang baik dalam menyediakan pakan berkualitas tinggi dan berkelanjutan untuk ternak selama periode ketika hijauan alami kurang tersedia.
Demikian Artikel kami tentang Cara Mudah Membuat Silase Untuk Ternak. Semoga artikel kali ini bisa bermanfaat bagi para peternak Lainnya. Untuk kritik dan saran Jangan lupa tinggalkan Komentar. Terimakasih

Komentar